A. KONSEP MANAJEMEN PENDIDIKAN
Secara etomologis, kata manajemen (management) berarti, pimpinan, direksi dan pengurus, yang diambil dari kata kerja “manage” dalam bahasa perancis berarti tindakan membimbing atau memimpin. Sedangkan dalam bahasa latin, management berasal dari kata “managiere” terdiri dari dua kata yaitu manus dan agere. Manus Berarti tangan dan “agere” berarti melakukan atau melaksanakan.
Menurut Ibrahim Bafadhal, manajemen pembelajaran adalah segala usaha pengaturan proses belajar mengajar dalam rangka tercapainya proses belajar mengajar yang efektif dan efisien. Manajemen program pembelajaran sering disebut dengan manajemen kurikulum dan pembelajaran.
Sulistyorini dalam bukunya Manajemen Pendidikan Islam mengemukakan arti manajemen sebagai berikut kegiatan seseorang dalam mengatur organisasi, lembaga atau sekolah yang bersifat manusia maupun non manusia, sehingga tujuan organisasi, lembaga atau sekolah dapat tercapai secara efektif dan efisien (Sulistyorini, Manajemen Pendidikan Islam, Yogyakarta: Teras, 2009, 11.)
Sukamto Reksohadiprodjo dalam bukunya Dasar-Dasar Manajemen mengartikan manajemen sebagai berikut: manajmen bisa berarti fungsi, peranan maupun keterampilan manajmen sebagai fungsi meliputi usaha perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengawasan . Manajemen sebagai peranan adalah antar pribadi pemberi informasi dan pengambil keputusan. Manajemen dapat pula berarti pengembangan keterampilan, yaitu
teknis, manusiawi dan konseptual (Sukanto Reksohadiprodjo, Dasar-Dasar Manajemen, Yogyakarta : BPFE, 1996. 13.)
B. TUJUAN MANAJEMEN PENDIDIKAN
Setiap aktifitas yang dilakukan tentu memiliki tujuan yang ingin dicapai, sama halnya dengan manajemen pembelajaran mempunyai tujuan yang ingin dicapai.
Secara umum yang menjadi tujuan pengelolaan kelas dalam adalah penyedian fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap apresiasi para siswa.
Secara khusus yang menjadi tujuan pengelolaan kelas adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar,menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa belajar dan bekerja, serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan
.
C. KEBIJAKAN TENTANG MANAJEMEN PEMBELAJARAN
1. Perencanaan kebijakan
Merupakan usaha yang dilakukan kepala sekolah untuk mengembangkan strategi yang akan dilaksanakan untuk mengubah kondisi pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.
2. Pengambilan keputusan
Merupakan suatu proses pemecahan masalah dengan menentukan pilihan dari beberapa alternatif unruk menetapkan suatu tindakan dalam mencapai tujuan yang di inginkan.
3. Kebijakan Sekolah
Tujuan utama pengajaran adalah untuk menciptakan atau membangunkomunitas belajar yang produktif dan meningkatkan motivasi siswa agar terlibat dalam pembelajaran yang bermakna.
D. Peran Guru Dalam Mananjemen Kelas
Peran seorang guru pada manajemen kelas khususnya pengelolaan kelasdalam proses pemelajaran sangatlah penting dalam menciptakan suasana pemelajaran yang nyaman demi tercapainya keberhasilan pendidikan yang baik.
Peran guru disini yaitu guru mempunyai dokumen silabus,disertai dengan berita sacara kegiatan pengembangan silabus, menyusun dan mengembangkan RPP, membiasakan siswa menggunakan buku-buku dan sumber belajar lain yang ada di perpustakaan atau madrasah, melaksanakan pengelolaan sesuai dengan kaidah, mengatur tempat duduk sesuai dengan karakteristik siswa dan mata pelajaran, menyesuaikan materi pelajaran dengan kecepatan dan kemampuan belajar siswa, menciptakan kenyamanan, dalam menyelenggarakan proses pembelajaran, memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respons dan hasil belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
Peran guru juga sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pelatih, penasehat, sebagai model dan Teladan, dan juga sebagai inovator bagi siswanya. Karena seorang guru itu di gugu dan ditiru, oleh karena itu peran guru sangatlah prnting.
E. Kode Etik Guru
1. Guru berbakti membimbing peserta didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan dan berjiwa Pancasila.
2. Guru memiliki kejujuran profesional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan peserta didik masing-masing.
3. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan, tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan.
4. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik-baiknya bagi kepentingan peserta didik.
5. Guru memelihara hubungan dengan masyarakat di sekitar sekolahnya maupun masyarakat yang luas untuk kepentingan pendidikan.
6. Guru secara pribadi dan bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya.
7. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antar sesama guru baik berdasarkan lingkungan maupun di dalam hubungan keseluruhan.
8. Guru secara bersama-sama memelihara, membina dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdiannya.
9. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan.
DAFTAR PUSTAKA
Bafadhal, Ibrahim. 2004. Manajemen Belajar
Sulistyorini. 2009. Manajemen Pendidikan Islam, Yogyakarta: Teras.
Sukanto Reksohadiprodjo. 1996. Dasar-Dasar Manajemen, Yogyakarta : BPFE.
Soetjipto dan Kosasi. 1999. Profesi keguruan. Jakarta: Rineka Cipta.
Peningkatan Kualitas Guru, Jurnal Pendidikan Islam Vol.5 No.1. diakses pada hari kamis, 1 agustus 2019 pukul 06.50 WIB
Secara etomologis, kata manajemen (management) berarti, pimpinan, direksi dan pengurus, yang diambil dari kata kerja “manage” dalam bahasa perancis berarti tindakan membimbing atau memimpin. Sedangkan dalam bahasa latin, management berasal dari kata “managiere” terdiri dari dua kata yaitu manus dan agere. Manus Berarti tangan dan “agere” berarti melakukan atau melaksanakan.
Menurut Ibrahim Bafadhal, manajemen pembelajaran adalah segala usaha pengaturan proses belajar mengajar dalam rangka tercapainya proses belajar mengajar yang efektif dan efisien. Manajemen program pembelajaran sering disebut dengan manajemen kurikulum dan pembelajaran.
Sulistyorini dalam bukunya Manajemen Pendidikan Islam mengemukakan arti manajemen sebagai berikut kegiatan seseorang dalam mengatur organisasi, lembaga atau sekolah yang bersifat manusia maupun non manusia, sehingga tujuan organisasi, lembaga atau sekolah dapat tercapai secara efektif dan efisien (Sulistyorini, Manajemen Pendidikan Islam, Yogyakarta: Teras, 2009, 11.)
Sukamto Reksohadiprodjo dalam bukunya Dasar-Dasar Manajemen mengartikan manajemen sebagai berikut: manajmen bisa berarti fungsi, peranan maupun keterampilan manajmen sebagai fungsi meliputi usaha perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengawasan . Manajemen sebagai peranan adalah antar pribadi pemberi informasi dan pengambil keputusan. Manajemen dapat pula berarti pengembangan keterampilan, yaitu
teknis, manusiawi dan konseptual (Sukanto Reksohadiprodjo, Dasar-Dasar Manajemen, Yogyakarta : BPFE, 1996. 13.)
B. TUJUAN MANAJEMEN PENDIDIKAN
Setiap aktifitas yang dilakukan tentu memiliki tujuan yang ingin dicapai, sama halnya dengan manajemen pembelajaran mempunyai tujuan yang ingin dicapai.
Secara umum yang menjadi tujuan pengelolaan kelas dalam adalah penyedian fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap apresiasi para siswa.
Secara khusus yang menjadi tujuan pengelolaan kelas adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar,menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa belajar dan bekerja, serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan
.
C. KEBIJAKAN TENTANG MANAJEMEN PEMBELAJARAN
1. Perencanaan kebijakan
Merupakan usaha yang dilakukan kepala sekolah untuk mengembangkan strategi yang akan dilaksanakan untuk mengubah kondisi pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.
2. Pengambilan keputusan
Merupakan suatu proses pemecahan masalah dengan menentukan pilihan dari beberapa alternatif unruk menetapkan suatu tindakan dalam mencapai tujuan yang di inginkan.
3. Kebijakan Sekolah
Tujuan utama pengajaran adalah untuk menciptakan atau membangunkomunitas belajar yang produktif dan meningkatkan motivasi siswa agar terlibat dalam pembelajaran yang bermakna.
D. Peran Guru Dalam Mananjemen Kelas
Peran seorang guru pada manajemen kelas khususnya pengelolaan kelasdalam proses pemelajaran sangatlah penting dalam menciptakan suasana pemelajaran yang nyaman demi tercapainya keberhasilan pendidikan yang baik.
Peran guru disini yaitu guru mempunyai dokumen silabus,disertai dengan berita sacara kegiatan pengembangan silabus, menyusun dan mengembangkan RPP, membiasakan siswa menggunakan buku-buku dan sumber belajar lain yang ada di perpustakaan atau madrasah, melaksanakan pengelolaan sesuai dengan kaidah, mengatur tempat duduk sesuai dengan karakteristik siswa dan mata pelajaran, menyesuaikan materi pelajaran dengan kecepatan dan kemampuan belajar siswa, menciptakan kenyamanan, dalam menyelenggarakan proses pembelajaran, memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respons dan hasil belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
Peran guru juga sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pelatih, penasehat, sebagai model dan Teladan, dan juga sebagai inovator bagi siswanya. Karena seorang guru itu di gugu dan ditiru, oleh karena itu peran guru sangatlah prnting.
E. Kode Etik Guru
1. Guru berbakti membimbing peserta didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan dan berjiwa Pancasila.
2. Guru memiliki kejujuran profesional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan peserta didik masing-masing.
3. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan, tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan.
4. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik-baiknya bagi kepentingan peserta didik.
5. Guru memelihara hubungan dengan masyarakat di sekitar sekolahnya maupun masyarakat yang luas untuk kepentingan pendidikan.
6. Guru secara pribadi dan bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya.
7. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antar sesama guru baik berdasarkan lingkungan maupun di dalam hubungan keseluruhan.
8. Guru secara bersama-sama memelihara, membina dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdiannya.
9. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan.
DAFTAR PUSTAKA
Bafadhal, Ibrahim. 2004. Manajemen Belajar
Sulistyorini. 2009. Manajemen Pendidikan Islam, Yogyakarta: Teras.
Sukanto Reksohadiprodjo. 1996. Dasar-Dasar Manajemen, Yogyakarta : BPFE.
Soetjipto dan Kosasi. 1999. Profesi keguruan. Jakarta: Rineka Cipta.
Peningkatan Kualitas Guru, Jurnal Pendidikan Islam Vol.5 No.1. diakses pada hari kamis, 1 agustus 2019 pukul 06.50 WIB
Karya tulisnya udah baik say, tapi mau nanya sedikit "bagaimana kebijakan pembelajaran yang diterapkan di SD?
BalasHapusTerimakasih sebelumnya. Kebijakan pembelajaran di sekolah itu bisa seperti di terapkan nya peraturan di sekolah. Dan masih banyak yg lain nya.
HapusMengapa manajemen pembelajaran itu perlu?
BalasHapusKarena manajemen pembelajaran itu adalah segala usaha peraturan dalam proses pembelajaran agar terciptanya pembelajaran yg efektif dan efesien. Oleh itulah sangat perlu.
HapusPostingan dari antum sangat bermanfaat ,tapi saya ingin bertanya bagaimana kalau kode etik tidak d laksanakan dengan baik apa dampak nya?
BalasHapusTerimakasih sebelumnya. Jika kode etik tidak terlaksana dengan baik, maka guru tersebut Akan di kenakan sanksi dan dampaknya yaitu pembelajaran tidak Akan terlaksana dengan baik.
HapusSangat bagus kakak, terimakasih ilmunya
BalasHapusTerimakasih, semoga bermanfaat
HapusSangat bermanfaat👍
BalasHapusSangat membantu saya dalam membuat tugas 🙏😇
BalasHapusTerimakasih, semoga bermanfaat
HapusSangat bermanfaat kak, terimakasih kak 🙏
BalasHapusTerimakasih
Hapusterimaksih artikelnya kak, bermanfaat sekali untuk kami
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusTerimakasih
HapusBagus mbak, pertahankan.
BalasHapusAku mau tanya kode etik seorang guru.
Guru itu,di guguh dan di tiru.seandainya ada guru yang tidak melakukan/melaksanakan kode etik guru.apa patut juga untuk di guguh dan di tiru.
#Salam dari tanah Jawa
Terimakasih sebelumnya🙂
HapusGuru Adalah pekerjaan yg mulia.tugasnya bukan saja untuk sekedar mengajarkan dari yg tidak tahu menjadi tahu, tetapi juga memperbaiki akhlak dari peserta didiknya. Siswa hanya meniru yg baik2 saja dari guru nya tersebut.Jadi jika guru tidak melaksanakan kode etiknya maka itu termasuk pelanggaran dan Akan di kenakan sanksi.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusArtikelnya bagus sangat membantu kakak 👌
BalasHapusTerimakasih, semoga bermanfaat.
Hapusterimakasih artikel nya bermanfaat
BalasHapusArtikel nya sangat bagus kak
BalasHapusArtikel nya sangat bagus kak
BalasHapusBermanfaat sekali
BalasHapusMaterinya sangat membantu kaka
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusmudah dipahami matterinya
BalasHapusSangat bermanfaat sekali dan mudah di pahami materinya
BalasHapusTerima kasih
#salam dari tanah 🌏Jawa
Sangat bermanfaat materinya
BalasHapussangat bermanfaat materinya kak
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusBermanfaat sekali
BalasHapusSangat membantu
BalasHapus