RESUME
MANAJEMEN KELAS di SD
Tentang
MEMBINA HUBUNGAN
SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN DISIPLIN SEKOLAH
Di Susun Oleh :
Tiara Wahyuni Saputri
|
:
|
1620231
|
Dosen Pembimbing:
Yessi Rifmasari, M.Pd
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN
ILMU PENDIDIKAN ADZKIA
PADANG
MEMBINA HUBUNGAN
SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN DISIPLIN SEKOLAH
A. Manajemen Hubungan Sekolah dan Masyarakat
1. Pengertian
Hubungan antara sekolah dan masyarakat pada hakekatnya adalah suatu sarana yang
cukup mempunyai peranan yang menentukan dalam rangka usaha mengadakan pembinaan
pertumbuhan dan pengembangan murid-murid di sekolah. Secara umum orang dapat
mengatakan apabila terjadi kontak, pertemuan dan lain-lain antara sekolah
dengan orang di luar sekolah, adalah kegiatan hubungan sekolah dengan
masyarakat. Arthur B. Mochlan menyatakan school public relation adalah
kegiatan yang dilakukan sekolah atau sekolah untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat.
Ada suatu kebutuhan yang sama antara keduanya, baik dilihat dari segi edukatif,
maupun dilihat dari segi psikologi. Hubungan antar sekolah dan masyarakat lebih
dibutuhkan dan lebih terasa fungsinya, karena adanya kecenderungan perubahan
dalam pendidikan yang menekankan perkembangan pribadi dan sosial anak melalui
pengalaman-pengalaman anak dibawah bimbingan guru, baik diluar maupun di dalam
sekolah.
Ada tiga faktor yang menyebabkan sekolah harus berhubungan dengan masyarakat :
a. Faktor perubahan sifat, tujuan
dan metode mengajar di sekolah.
b. Faktor masyarakat, yang menuntut
adanya perubahan-perubahan dalam pendidikan di sekolah dan perlunya bantuan
masyarakat terhadap sekolah.
c. Faktor perkembangan ide
demokrasi bagi masyarakat terhadap pendidikan.
Pengertian di atas memberikan isyarat kepada kita bahwa hubungan sekolah dengan
masyarakat lebih banyak menekankan pada pemenuhan akan kebutuhan masyarakat
yang terkait dengan sekolah. Di sisi lain pengertian
tersebut di atas menggambarkan bahwa pelaksanaan hubungan masyarakat tidak
menunggu adanya permintaan masyarakat, tetapi sekolah berusaha secara aktif
serta mengambil inisiatif untuk melakukan berbagai aktivitas agar tercipta
hubungan dan kerjasama harmonis.
2. Tujuan Hubungan Sekolah dengan
Masyarakat
Elsbree menggariskan tujuan tentang hubungan antara sekolah dan masyarakat
adalah sebagai berikut:
a. Untuk memajukan kualitas
belajar dan pertumbuhan anak.
b. Untuk memperkokoh tujuan dan
memajukan kualitas penghidupan masyarakat.
c. Untuk mendorong masyarakat
dalam membantu progam bantuan sekolah dan masyarakat di sekolah.
Di dalam masyarakat ada sumberdaya manusia dan sumber daya non manusia. Dari kedua
sumber daya itu, sekolah dapat memilih dan memanfaatkan untuk program
pendidikan sekolah. Jika sekolah itu berhasil memanfaatkan secara maksimal,
maka hasil belajar anak akan lebih baik. Dengan demikian potensi anak akan
bertumbuh dan berkembang secara maksimal. Pengaruh yang lebih jauh dari
perkembangan anak tersebut adalah tujuan pendidikan sekolah akan tercapai
dengan meyakinkan. Hal ini berarti bahwa tamatan (output) sekolah secara
langsung akan ikut serta dalam memajukan penghidupan dan kehidupan masyarakat.
Karena itu hubungan timbal balik antara sekolah dengan masyarakat perlu
dipelihara dan dikembangkan secara terus menerus.
3. Prinsip-Prinsip Pelaksanaan Hubungan
Sekolah dengan Masyarakat
Apabila kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat ingin berhasil mencapai
sasaran, baik dalam arti sasaran masyarakat atau orang tua yang dapat diajak
kerjasama maupun sasaran hasil yang diinginkan, maka beberapa prinsip-prinsip
pelaksanaan di bawah ini harus menjadi pertimbangan dan perhatian. Beberapa
prinsip yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan dalam pelaksanaan hubungan
sekolah dengan masyarakat adalah sebagai berikut:
1) Integrity
Prinsip ini mengandung makna bahwa semua kegiatan hubungan sekolah dengan
masyarakat harus terpadu, dalam arti apa yang dijelaskan, disampaikan dan
disuguhkan kepada masyarakat harus informasi yang terpadu antara informasi
kegiatan akademik maupun informasi kegiatan yang bersifat non akademik.
Biasanya sering terjadi sekolah tidak menginformasikan atau menutupi sesuatu
yang sebenarnya menjadi masalah sekolah dan perlu bantuan atau dukungan orang
tua murid. Oleh sebab itu sekolah harus sedini mungkin mengantisipasi
kemungkinan adanya salah persepsi, salah interpretasi tentang informasi yang
disajikan dengan melengkapi informasi yang akurat dan data yang lengkap,
sehingga dapat diterima secara rasional oleh masyarakat. Hal ini sangat penting
untuk meningkatkan penilaian dan kepercayaan masyarakat atau orang tua murid
terhadap sekolah, atau dengan kata lain transparansi sekolah sangat diperlukan,
lebih-lebih dalam era reformasi dan abad informasi ini, masyarakat akan semakin
kritis dan berani memberikan penilaian secara langsung tentang sekolah.
2) Continuity
Prinsip ini berarti bahwa pelaksanaan hubungan sekolah dengan masyarakat, harus
dilakukan secara terus menerus. Jadi pelaksanaan hubungan sekolah dengan
masyarakat tidak hanya dilakukan secara insedental atau sewaktu-waktu, misalnya
satu kali dalam satu tahun atau sekali dalam satu semester, hanya dilakukan
oleh sekolah pada saat akan meminta bantuan keuangan kepada orang tua atau
masyarakat. Hal inilah yang menyebabkan masyarakat selalu beranggapan apabila
ada panggilan sekolah untuk datang ke sekolah selalu dikaitkan dengan uang.
Akibatnya mereka cenderung untuk tidak menghadiri atau sekedar mewakilkan
kepada orang lain untuk menghadiri undangan sekolah. Apabila ini terkondisi,
maka sekolah akan sulit mendapat dukungan yang kuat dari semua orang tua murid
dan masyarakat.
Perkembangan informasi, perkembangan kemajuan sekolah,
permasalahan-permasalahan sekolah bahkan permasalahan belajar siswa selalu
muncul dan berkembang setiap saat, karena itu maka diperlukan penjelasan
informasi yang terus menerus dari sekolah untuk masyarakat atau orang tua
murid, sehingga mereka sadar akan pentingnya keikutsertaan mereka dalam
meningkatkan mutu pendidikan putra-putrinya.
3) Simplicity
Prinsip ini menghendaki agar dalam proses hubungan sekolah dengan masyarakat
yang dilakukan baik komunikasi personal maupun komunikasi kelompok pihak
pemberi informasi (sekolah) dapat menyederhanakan berbagai informasi yang
disajikan kepada masyarakat. Informasi yang disajikan kepada masyarakat melalui
pertemuan langsung maupun melalui media hendaknya disajikan dalam bentuk
sederhana sesuai dengan kondisi dan karakteristik pendengar (masyarakat
setempat).
Prinsip kesederhanaan ini juga mengandung makna bahwa: informasi yang disajikan
dinyatakan dengan kata-kata yang penuh persahabatan dan mudah dimengerti.
Banyak masyarakat yang tidak memahami istilah-istilah
yang sangat ilmiah, oleh sebab itu penggunaan istilah sedapat mungkin
disesuaikan dengan tingkat pemahaman masyarakat.
4) Coverage
Kegiatan pemberian informasi hendaknya menyeluruh dan mencakup semua aspek,
faktor atau substansi yang perlu disampaikan dan diketahui oleh masyarakat,
misalnya program ekstra kurikuler, kegiatan kurikuler, remedial teaching dan
lain-lain kegiatan. Prinsip ini juga mengandung makna bahwa segala informasi
hendaknya:
a. Lengkap, artinya tidak satu
informasipun yang harus ditutupi atau disimpan, padahal masyarakat atau
orang tua murid mempunyai hak untuk mengetahui keberadaan dan kemajuan sekolah
dimana anaknya belajar. Oleh sebab itu informasi kemajuan sekolah, masalah yang
dihadapi sekolah serta prestasi yang dapat dicapai sekolah harus dinformasikan
kepada masyarakat.
b. Akurat, artinya informasi yang
diberikan memang tepat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dalam kaitannya
ini juga berarti bahwa informasi yang diberikan jangan dibuat-buat atau
informasi yang obyektif.
c. Up to date, berarti
informasi yang diberikan adalah informasi perkembangan, kemajuan, masalah dan
prestasi sekolah terakhir.
Dengan demikian masyarakat dapat memberikan penilaian sejauh mana sekolah dapat
mencapai misi dan visi yang disusunnya.
5) Constructiveness
Program hubungan sekolah dengan masyarakat hendaknya konstruktif dalam
arti sekolah memberikan informasi yang konstruktif kepada masyarakat.
Dengan demikian masyarakat akan memberikan respon hal-hal positif tentang
sekolah serta mengerti dan memahami secara detail berbagai masalah yang
dihadapi sekolah. Apabila hal tersebut dapat mereka mengerti, akan merupakan
salah satu faktor yang dapat mendorong mereka untuk memberikan bantuan kepada
sekolah sesuai dengan permasalahan sekolah yang perlu mendapat perhatian dan
pemecahan bersama. Hal ini menuntut sekolah untuk membuat daftar masalah yang
perlu dikomunikasikan secara terus menerus kepada sasaran masyarakat tertentu.
Prinsip ini juga berarti dalam penyajian informasi hendaknya obyektif tanpa
emosi dan rekayasa tertentu, termasuk dalam hal ini memberitahukan
kelemahan-kelemahan sekolah dalam memacu peningkatan mutu pendidikan di
sekolah.
Penjelasan yang konstruktif akan menarik bagi masyarakat dan akan
diterima oleh masyarakat tanpa prasangka tertentu, hal ini akan mengarahkan
mereka untuk berbuat sesuatu sesuai dengan keinginan sekolah. Untuk itu
informasi yang ramah, obyektif berdasarkan data-data yang ada pada
sekolah.
6) Adaptability
Program hubungan sekolah dengan masyarakat hendaknya disesuaikan dengan keadaan
di dalam lingkungan masyarakat tersebut. Penyesuaian dalam hal ini termasuk
penyesuaian terhadap aktivitas, kebiasaan, budaya (culture) dan bahan
informasi yang ada dan berlaku di dalam kehidupan masyarakat. Bahkan
pelaksanaan kegiatan hubungan dengan masyarakat pun harus disesuaikan dengan
kondisi masyarakat. Misalnya saja masyarakat daerah pertanian yang setiap pagi
bekerja di sawah, tidak mungkin sekolah mengadakan kunjungan (home visit)
pada pagi hari.
Pengertian-pengertian yang benar dan valid tentang opini serta faktor-faktor
yang mendukung akan dapat menumbuhkan kemauan bagi masyarakat untuk
berpartisipasi ke dalam pemecahan persoalan-persoalan yang dihadapi sekolah.
4. Peranan Hubungan Sekolah dengan
Masyarakat
1. Sekolah sebagai partner masyarakat di
dalam melaksanakan fungsi pendidikan. Dalam konteks ini, berarti keduanya,
yaitu sekolah dan masyarakat dilihat sebagai pusat-pusat pendidikan yang
potensial dan mempunyai hubungan yang fungsional.
2. Sekolah sebagai prosedur yang
melayani kesan pesan pendidikan dari masyarakat lingkungannya. Berdasarkan hal
ini, berarti antara masyarakat dengan sekolah memiliki ikatan hubungan rasional
berdasarkan kepentingan di kedua belah pihak.
3. Masyarakat berperan serta dalam
mendirikan dan membiayai sekolah.
4. Masyarakat berperan dalam mengawasi
pendidikan agar sekolah tetap membantu dan mendukung cita-cita dan kebutuhan
masyarakat.
5. Masyarakat yang ikut menyediakan
tempat pendidikan seperti gedung-gedung museum, perpustakaan, panggung-panggung
kesenian, dan sebagainya.
6. Masyarakat yang menyediakan berbagai
sumber untuk sekolah.
7. Masyarakat sebagai sumber pelajaran
atau laboratorium tempat belajar seperti aspek alami, industri, perumahan,
transportasi, perkebunan, pertambangan dan sebagainya.
5. Tugas Pokok Hubungan Sekolah Dan
Masyarakat Dalam Pendidikan
1. Memberikan informasi dan menyampaikan
ide atau gagasan kepada
2. masyarakat atau pihak-pihak lain yang
membutuhkannya.
3. Membantu pemimpin yang karena
tugas-tugasnya tidak dapat langsung memberikan informasi kepada masyarakat atau
pihak-pihak yang memerlukannya.
4. Membantu pemimpin mempersiapkan bahan-bahan
tentang permasalahan dan informasi yang akan disampaikan atau yang menarik
perhatian masyarakat pada saat tertentu.
5. Melaporkan tentang pikiran-pikiran
yang berkembang dalam masyarakat tentang masalah pendidikan.
6. Membantu kepala sekolah bagaimana
usaha untuk memperoleh bantuan dan kerja sama.
7. Menyusun rencana bagaimana cara-cara
memperoleh bantuan untuk kemajuan pelaksanaan pendidikan.
6. Jenis-Jenis
Hubungan Sekolah dan Masyarakat
Jenis hubungan sekolah dan masyarakat itu dapat digolongkan menjadi 3
jenis, yaitu:
1. Hubungan edukatif, ialah hubungan
kerja sama dalam hal mendidik murid, antara guru di sekolah dan orang tua di
dalam keluarga. Adanya hubungan ini dimaksudkan agar tidak terjadi perbedaan prinsip
atau bahkan pertentangan yang dapat mengakibatkan keragu-raguan pendirian dan
sikap pada diri anak.
2. Hubungan kultural, yaitu usaha kerja
sama antara sekolah dan masyarakat yang memungkinkan adanya saling membina dan
mengembangkan kebudayaan masyarakat tempat sekolah itu berada. Untuk itu
diperlukan hubungan kerja sama antara kehidupan di sekolah dan kehidupan dalam
masyarakat. Kegiatan kurikulum sekolah disesuaikan dengan kebutuhan dan
tuntutan perkembangan masyarakat. Demikian pula tentang pemilihan bahan
pengajaran dan metode-metode pengajarannya.
3. Hubungan institusional, yaitu
hubungan kerja sama antara sekolah dengan lembaga-lembaga atau instansi resmi
lain, baik swasta maupun pemerintah, seperti hubungan kerja sama antara sekolah
satu dengan sekolah-sekolah lainnya, kepala pemerintah setempat, ataupun
perusahaan-perusahaan Negara, yang berkaitan dengan perbaikan dan perkembangan
pendidikan pada umumnya.
7. Faktor Pendukung Hubungan
Sekolah dengan Masyarakat
Kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat bisa berjalan baik apabila di
dukung oleh beberapa faktor yakni:
1. Adanya program dan perencanaan yang
sistematis.
2. Tersedia basis dokumentasi yang
lengkap.
3. Tersedia tenaga ahli, terampil dan
alat sarana serta dana yang memadai.
4. Kondisi organisasi sekolah yang
memungkinkan untuk meningkatkan kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat.
8. Teknik-Teknik Hubungan Sekolah Dengan
Masyarakat (Orang Tua Murid)
Kenyataan membuktikan, hubungan sekolah dengan masyarakat tidak
selalu berjalan baik. Berbagai kendala yang sering ditemukan antara lain :
komunikasi yang terhambat dan tidak professional, tindak lanjut program yang
tidak lancar dan pengawasan yang tidak terstruktur. Untuk mengatasi berbagai
kendala tersebut beberapa hal bisa menjadi alternatif, adanya laporan
berkala mengenai berbagai kegiatan sekolah serta keuangannya, diadakannya
berbagai kegiatan yang mengakrabkan seperti open house kunjungan timbal
balik dan program kegiatan bersama seperti pentas seni, perpisahan.
Ada sejumlah teknik yang kiranya dapat diterapkan lembaga pendidikan,
teknik-teknik tersebut dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu teknik
tertulis, teknik lisan, dan teknik peragaan, teknik elektronik.
a. Teknik Tertulis
Hubungan antara sekolah dan masyarakat dapat dilakukan secara tertulis, cara
tertulis yang dapat digunakan meliputi:
1. Buku kecil pada permulaan tahun
ajaran
Buku kecil pada permulaan tahun ajaran baru ini isinya dijelaskan tentang tata
tertib, syarat-syarat masuk, hari-hari libur, hari-hari efektif.
Kemudian buku kecil ini dibagikan kepada orang tua murid, hal ini biasanya
dilaksanakan di taman kanak-kanak (TK).
2. Pamflet
Pamflet merupakan selebaran yang biasanya berisi tentang sejarah lembaga
pendidikan tersebut, staf pengajar, fasilitas yang tersedia, dan kegiatan
belajar. Pamflet ini selain di bagikan ke wali murid juga bias di sebarkan ke
masyarakat umum, selain untuk menumbuhkan pengertian masyarakat juga sekaligus
untuk promosi lembaga.
3. Berita kegiatan murid
Berita ini dapat dibuat sederhana mungkin pada selebaran kertas yang berisi
informasi singkat tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan di sekolah atu
pesantren. Dengan membacanya orang tua murid mengetahui apa yang terjadi di
lembaga pendidikan tersebut, khususnya kegiatan yang dilakukan murid.
4. Catatan berita gembira
Teknik ini sebenarnya mirip dengan berita kegiatan murid, keduanya sama-sama
ditulis dan disebarkan ke orang tua. Hanya saja catatan berita gembira ini
berisi tentang keberhasilan seorang murid. Berita tersebut ditulis di selebaran
kertas dan disampaikan kepada wali murid atau bahkan disebarkan ke masyarakat.
5. Buku kecil tentang cara membimbing
anak
Dalam rangka menciptakan hubungan yang harmonis dengan orang tua, kepala
sekolah atau guru dapat membuat sebuah buku kecil yang sederhana yang berisi
tentang cara membimbing anak yang efektif, kemudian buku tersebut diberikan
kepada orang tua murid.
b. Teknik Lisan
Hubungan sekolah dengan masyarakat dapat juga lisan, yaitu:
a) Kunjungan rumah
Dalam rangka mengadakan hubungan dengan masyarakat, pihak sekolah dapat
mengadakan kunjungan ke rumah wali murid, warga atupun tokoh masyarakat.
Melalui kunjungan rumah ini guru akan mengetahui masalah anak dirumahnya. Apabila
setiap anak diketahui problemnya secara totalitas, maka program pendidikan akan
lebih mudah direncanakan untuk disesuaikan dengan minatnya.
b) Panggilan orang tua
Selain mengadakan kunjungan ke rumah, pihak sekolah
sesekali juga memanggil orang tua murid datang ke sekolah. Setelah datang,
mereka diberi penjelasan tentang perkembangan pendidikan di lembaga tersebut.
Mereka juga perlu diberi penjelasan khusus tentang perkembangan pendidikan
anaknya.
c) Pertemuan
Dengan teknik ini berarti sekolah mengundang masyarakat dalam acara pertemuan
khusus untuk membicarakan masalah atau hambatan yang dihadapi sekolah.
Pertemuan ini sebaiknya diadakan pada waktu tertentu yang dapat dihadiri oleh
semua pihak yang diundang. Sebelum pertemuan dimulai acaranya disusun terlebih
dahulu. Oleh karena itu, setiap akan mengadakan pertemuan sebaiknya dibentuk
panitia penyelenggara.
c. Teknik
Peragaan
Hubungan sekolah dengan masyarakat dapat dilakukan dengan cara mengundang
masyarakat melihat peragaan yang diselenggarakan sekolah. Peragaan yang
diselenggarakan biasanya berupa pameran keberhasilan murid. Misalkan di TK
menampilkan anak-anak bernyanyi, membaca puisi dan menari. Pada kesempatan itu
kepala sekolah atau guru TK tersebut dapat menyampaikan program-program
peningkatan mutu pendidikan dan juga masalah atau hambatan yang dihadapi dalam
merealisasikan program-program itu.
d. Teknik
Elektronik
Seiring dengan perkembangan teknologi elektronik maka dalam mengakrabkan
sekolah dengan orang tua murid dan masyarakat pihak sekolah dapat menggunakan
sarana elektronik, misalkan dengan telpon, televisi, ataupun radio, sekaligus
sebagai sarana untuk promosi pendidikan.

sangat membantu
BalasHapusArtikelnya sangat membantu👍
BalasHapussangat bermanfaat sekali kak
BalasHapus