RESUME
MANAJEMEN KELAS di SD
Tentang
MENCIPTAKAN SUASANA
KELAS YANG EFEKTIF
Di Susun Oleh :
|
Tiara Wahyuni Saputri
|
:
|
1620231
|
Dosen Pembimbing:
Yessi Rifmasari, M.Pd
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN
ILMU PENDIDIKAN ADZKIA
PADANG
2019
MENCIPTAKAN SUASANA
KELAS YANG EFEKTIF
Membuat anak cinta belajar di sekolah memerlukan usaha yang tidak mudah.
Kreatfitas guru sangat dibutuhkan. Membutuhkan pengalaman dan jam terbang yang
tinggi untuk memahami rahasia ini.
1. Ada interaksi antara guru dan anak
didik saat pembelajaran
tugas guru tidak hanya mentransfer ilmu. Tugas guru adalah membuat anak-anak
didiknya terus berkembang, baik dari segi ilmu pengetahuan maupun ketrampilan.
Kadang anak-anak memang perlu mendengarkan penjelasan guru. Namun guru
juga perlu memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif dalam kegiatan
pembelajaran.
misalnya adalah dengan cara memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya,
menjawab pertanyaan, ataupun memperagakan sesuatu. Pembelajaran interaktif
sangat disukai anak-anak, karena mereka akan merasa bosan bila terlalu lama
mendengarkan. Untuk mempermudah interaksi dengan anak-anak, kita bisa
mengajarkan kepada anak lagu-lagu yang bisa membuat anak-anak bergerak sambil
bernyanyi.
misalnya lagu berjudul main musik (memperagakan cara bermain alat musik sambil
bernyanyi), asyiknya bersekolah (memperagakan betapa senangnya hati bisa bersekolah),
atau petani (memperagakan gerakan petani yang sedang bekerja).
2. Memberikan Kesempatan Kepada Siswa
Untuk Melakukan Praktek
Rasa penasaran anak-anak masih sangat tinggi. Apalagi bila mereka diberikan
kesempatan untuk energi extra mereka untuk mepraktekkan ilmu
yang mereka dapat. Pasti mereka akan sangat bersemangat. Metode ini
bernama “learning by doing”. Metode pembelajaran yang berorientasi
pada “siswa melakukan” anak-anak tidak hanya akan ingat atau hafal akan materi
pelajaran yang kita ajarkan, namun mereka juga akan memahami dan mengingat atau
hafal dalam jangka waktu yang lebih lama, dan secara nyata memahami aplikasi
dari ilmu yang mereka pelajari dalam hidup sehari-hari. Metode ini sangat cocok
bagi anak-anak yang masih membutuhkan sarana untuk menyalurkan energi mereka.
3. Menarik minat siswa dengan mengatakan
manfaat suatu materi pembelajaran
Sebelum memulai pelajaran, kita perlu menjelaskan kepada anak-anak didik akan
manfaat dari materi pelajaran yang hendak kita ajarkan. Misalnya saat kita
belajar tentang bermacam-macam pekerjaan. Kita perlu menjelaskan alasan mengapa
kita perlu belajar tentang aneka pekerjaan, yaitu supaya kita bisa semakin
bersemangat dalam meraih cita-cita, atau sikap pantang menyerah dalam meraih
cita-cita karena ada banyak profesi yang bisa kita pilih bila mengalami
kegagalan.
4. Sifat humoris
Siswa mana yang tidak suka guru yang lucu? Untuk meningkatkan semangat mereka,
kita bisa memberikan humor segar di tengah-tengah pengajaran yang kita berikan.
Sifat humoris seorang guru juga bisa memberikan efek kedekatan antara siswa dan
guru. Semakin murid merasa dekat dengan gurunya, maka apa yang disampaikan oleh
gurunya akan lebih mudah diserap oleh muridnya.
5. Selalu melakukan inovasi dan
berkreasi
Ada banyak cabang seni yang bisa kita manfaatkan untuk mengajar. Yaitu cabang
seni rupa, seni gerak (tari), seni musik, dan seni kerajinan tangan. Keempat
cabang seni tersebut bisa kita pakai sebagai media pembelajaran yang kreatif.
Misalnya bila anak-anak didik sedang belajar tentang alam, kita bisa mengajak
mereka menggambar keindahan alam, bernyanyi tentang keindahan alam, menari
dengan tema hewan atau tumbuhan, dan lainnya. Kombinasi atau integrasi antara
kesenian dan mata pelajaran lainnya memang akan menjadi suatu kemasan yang
menarik. Aneka aktivitas menarik bisa kita lakukan bersama anak-anak didik.
Salah satunya adalah aktivitas mendongeng. Jangan lupa, berikan dongeng yang
memiliki nilai edukatif kepada anak.

sangat bermanfaat sekali kak
BalasHapus