TUGAS
MANAJEMEN
KELAS DI SD
Tentang
PRINSIP-PRINSIP
PENGELOLAAN KELAS

OLEH :
Tiara Wahyuni
Saputri
1620231
DOSEN PENGAMPU
: YESSI RIFMASARI M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU
SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN ADZKIA PADANG
2019/2020
PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN KELAS
A. PRINSIP-PRINSIP
PENGELOLAAN KELAS
“Secara
umum faktor yang mempengaruhi pengelolaan kelas dibagi menjadi dua golongan
yaitu, faktor intern dan faktor ekstern peserta didik.” (Djamarah 2006). Faktor
intern peserta didik berhubungan dengan masalah emosi, pikiran, dan perilaku.
Kepribadian peserta didik denga ciri-ciri khasnya masing-masing menyebabkan
peserta didik berbeda dari peserta didik lainnya sacara individual.
Perbedaan
sacara individual ini dilihat dari segi aspek yaitu perbedaan biologis,
intelektual, dan psikologis. Faktor ekstern peserta didik terkait dengan
masalah suasana lingkungan belajar, penempatan peserta didik, pengelompokan
peserta didik, jumlah peserta didik, dan sebagainya. Masalah jumlah peserta
didik di kelas akan mewarnai dinamika kelas. Semakin banyak jumlah peserta
didik di kelas, misalnya dua puluh orang ke atas akan cenderung lebih mudah
terjadi konflik. Sebaliknya semakin sedikit jumlah peserta didik di kelas
cenderung lebih kecil terjadi konflik.
Djamarah
(2006) menyebutkan “Dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam pengelolaan
kelas dapat dipergunakan.” Prinsip-prinsip pengelolaan kelas yang dikemukakan
oleh Djamarah adalah sebagai berikut:
a.
Hangat dan
Antusias Hangat dan Antusias diperlukan dalam proses belajar mengajar. Guru
yang hangat dan akrab pada anak didik selalu menunjukkan antusias pada tugasnya
atau pada aktifitasnya akan berhasil dalam mengimplementasikan pengelolaan
kelas.
b.
Tantangan
Penggunaan kata-kata, tindakan, cara kerja, atau bahan-bahan yang menantang
akan meningkatkan gairah peserta didik untuk belajar sehingga mengurangi
kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang.
c.
Bervariasi
Penggunaan alat atau media, gaya mengajar guru, pola interaksi antara guru dan
anak didik akan mengurangi munculnya gangguan, meningkatkan perhatian peserta
didik. Kevariasian ini merupakan kunci untuk tercapainya pengelolaan kelas yang
efektif dan menghindari kejenuhan.
d.
Keluwesan Keluwesan
tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya dapat mencegah
kemungkinan munculnya gangguan peserta didik serta menciptakan iklim
belajarmengajar yang efektif. Keluwesan pengajaran dapat mencegah munculnya
gangguan seperti keributan peserta didik, tidak ada perhatian, tidak
mengerjakan tugas dan sebagainya.
e.
Penekanan pada
Hal-Hal yang Positif Pada dasarnya dalam mengajar dan mendidik, guru harus
menekankan pada hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian pada
hal-hal yang negative. Penekanan pada hal-hal yang positif yaitu penekanan yang
dilakukan guru terhadap tingkah laku peserta didik yang positif daripada
mengomeli tingkah laku yang negatif. Penekanan tersebut dapat dilakukan dengan
pemberian penguatan yang positif dan kesadaran guru untuk menghindari kesalahan
yang dapat mengganggu jalannya proses belajar mengajar.
f.
Penanaman
Disiplin Diri Tujuan akhir dari pengelolaan kelas adalah anak didik dapat
mengembangkan dislipin diri sendiri dan guru sendiri hendaknya menjadi teladan
mengendalikan diri dan pelaksanaan tanggung jawab. Jadi, guru harus disiplin
dalam segala hal bila ingin anak didiknya ikut berdisiplin dalam segala hal.
Pengelolaan
pembelajaran yang baik harus dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip mengajar.
Ia harus mempertimbangkan segi dan strategi pembelajaran, dirancang secara
sistematis, bersifat konseptual tetapi praktis-realistik dan fleksibel, baik
yang menyangkut masalah interaksi pembelajaran, pengelolan kelas, pemanfaatan
sumber belajar (pengajaraan) maupun evaluasi pembelajaran. Dengan demikian
manajemen kelas yang efektif adalah syarat bagi pengajaran yang efektif
(Kompri, 2014: 149)
B. PERMASALAHAN
DALAM PRINSIP MANAJEMEN KELAS
Berhasilnya
manajemen kelas dalam mendukung pencapaian tujuan proses belajar siswa, banyak
dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu “faktor-faktor yang melekat pada kondisi
fisik kelas dan pendukungnya, serta dipengaruhi oleh faktor non fisik
(sosio-emosional) yang melekat pada guru” (Karwati dan Priansya, 2014: 31-32).Kasus-kasus
yang dijumpai guru dalam manajemen kelas:
1. Tingkat
penguasaan materi oleh siswa di dalam kelas.
2. Fasilitas
yang diperlukan.
3. Kondisi
siswa.
4. Teknik
mengajar guru.
C. KEBIJAKAN
TENTANG PRINSIP MANAJEMEN KELAS
Kegiatan
yang bersifat penyembuhan mengikuti langkah sebagai berikut :
a. Mengidentifikasi masalah
Pada langkah ini, guru
mengenal atau mengetahui masalah-masalah pengelolaan kelas yang timbul dalam
kelas. Berdasar masalah tersebut guru mengidentifikasi jenis penyimpangan
sekaligus mengetahui latar belakang yang membuat peserta didik melakukan
penyimpangan tersebut.
b. Menganalisis masalah
Pada langkah ini, guru
menganalisis penyimpangan peserta didik dan menyimpulkan latar belakang dan
sumber-sumber dari penyimpangan itu.Selanjutnya menentukan
alternatif-alternatif penanggulangannya.
c. Menilai alternatif-alternatif pemecahan
Pada langkah ini guru
menilai dan memilih alternatif pemecahan masalah yang dianggap tepat dalam
menanggulangi masalah.
d. Mendapatkan balikan
Pada langkah ini guru
melaksanakan monitoring, dengan maksud menilai keampuhan pelaksanaan dari
alternatif pemecahan yang dipilihuntuk mencapai sasaran yang sesuai dengan yang
direncanakan. Kegiatan kilas balik ini dapat dilaksanakan dg denganngadakan
pertemuan dengan para peserta didik.Maksud pertemuan perlu dijelaskan oleh guru
sehingga peserta didik mengetahui serta menyadari bahwa pertemuan diusahakan
dengan penuh ketulusan, semata-mata untuk perbaikan, baik untuk peserta didik
maupun sekolah.
DAFTAR RUJUKAN
Asep
Suryana, (2005), Makalah TECHNOLOGIES FOR RESTRUCTURED
CLASSROOMS,
disampaikan dalam lokakarya .Universitas Negeri Yogya.
Asep suryana. 2006. Bahan
belajar mandiri Manajemen kelas. Universitas Pendidikan
Indonesia
M.
Entang, T raka Joni an Prayitno, (1985), Pengelolaan Kelas,
Proyek Pengembangan
Materinya sangat membantu kaka, semoga bisa diterapkan di lapangan nanti
BalasHapusMateri bermanfaat sekali
BalasHapusKarya tulis nya bagus dan mudah di pahami materinya.
BalasHapusSemoga bermanfaat
BalasHapusArtikel nya sangat bermanfaat
BalasHapus