TUGAS
MANAJEMEN
KELAS DI SD
Tentang
TAHAPAN PENANGGULANGAN DISIPLIN KELAS

OLEH :
TIARA WAHYUNI SAPUTRI
1620231
DOSEN PENGAMPU
: YESSI RIFMASARI M.Pd
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN
DAN ILMU PENDIDIKAN ADZKIA PADANG
2019/2020
A. Dimensi
Pencegahan (Preventif)
Merupakan tindakan
guru dalam mengatur peserta didik dan peralatan serta format pembelajaran yang
tepat sehingga menumbuhkan kondisi yang menguntungkan bagi berlangsungnya
proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Jadi, prosedur dalam dimensi
pencegahan adalah berupa langkah-langkah yang harus direncanakan guru untuk
menciptakan suatu struktur kondisi yang fleksibel baik untuk jangka
pendek maupun jangka panjang. Prosedur tindakan pencegahan ini diarahkan pada
pelayanan perkembangan tuntutan dan kebutuhan peserta diduk secara individual
maupun kelompok yang dapat berupa kegiatan.
B.
Dimensi
Kuratif,
Merupakan
tindakan terhadap tingkah laku yang menyimpang yang sudah terlanjur terjadi
penyimpangan agar penyimpangan itu tidak berlarut-larut. Dalam hal
ini guru berusaha untuk menumbuhkan kesadaran akan penyimpangan yang dibuat dan
akhirnya akan menimbulkan kesadaran dan tanggung jawab untuk memperbaiki diri
melaui kegiatan-kegiatan yang direncanakan dan dapat dipertangjawabkan.
Memperhatikan dua dimensi tindakan dalam manajemen kelas, maka langkah-langkah
manajemen kelas bertumpu pada prosedur dimensi pencegahan dan prosedur dimensi
penyembuhan.
a) Prosedur dimensi pencegahan
Tindakan
pencegahan adalah tindakan yang dilakukan sebelum munculnya tingkah laku yang
menyimpang yang mengganggu kondisi optimal brlangsungnya pembelajaran.
Keberhasilan dalam tindakan pencegahan merupakan salah satu indicator
keberhasilan manajemen kelas. Konsekuensinya adalah guru dalam menentukan
langkah-langkah dalam rangka manajemen kelas harus merupakan langkah yang
efektif dan efisien. Langkah-langkahnya sebagai berikut:
1)
Peningkatan
kesadaran diri sebagai guru
Merupakan
langkah yang mendasar dan strategis karena dengan dimilikinya kesadaran ini
akan meningkatkan rasa tanggung jawab dan rasa memiliki yang merupakan modal
dasar guru dalam melaksanakan tugasnya. Implikasinya adanya kesadaran diri
sebagai guru akan tampak pada sikap guru yang demokratis, sikap yang stabil,
kepribadian yang harmonis, dan berwibawa. Penampakan sikap seperti ini akan
menumbuhkan respond an tanggapan positif dari pesrta didik.
2)
Peningkatan
pesrta didik
Interaksi
antara guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran terjadi apabila dua kesadaran,
kesadaran guru dan peserta didik bertemu.untuk meningkatkan kesadaran peserta
didik maka kepada mereka perlu dilaksanakan hal-hal: memberitahukan akan hak
dan kewajiban sebagai peserta didik, memperhatikan kebutuhan dan keinginan
peserta didik, serta rasa keterbukaan antara guru dan peserta didik.
3)
Sikap polos dan
tulus guru
Peran sangat besar dan berpengaruh dalam menciptakan
kondisi optimal proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru hendaknya bersikap
polos dan tulus terhadap para pesrta didik. Sikap ini mengandung makna bahwa
guru dalam segala tindakannya tidak boleh berpura-pura bersikap dan bertindak
apa adanya. Sikap hangat dan terbuka mau mendengarkan harapan dan keluhan
peserta didik, akrab dengan guru akan membuka kemungkinan terjadinya interaksi
dan komunikasi wajar antara guru dengan pesrta didik.
4)
Mengenal dan
menemukan alternative pengelolaan
Untuk mengenal
dan menemukan alternative pengelolaan langkah ini menuntut guru: melakukan
identifikasi berbagai penyimpangan tingkah laku pesrta didikyang sifatnya
individual maupun kelompok, mengenal berbagi pendekatan dalam manajemen kelas,
dan mempelajari guru-guru lainnya yang gagal atau berhasil sehingga dirinya
memiliki alternative yang bervariasi dalam menangani berbagai problema
manajemen kelas.
5)
Menciptakan
kontrak social
Penciptaan
kontrak social pada dasarnya berkaitan dengan standar tingkah laku yang
diharapkan seraya memberi gambaran tentang fasilitas beserta keterbatasannya
dalammemenuhi kebutuhan peserta didik. Pemenuhan kebutuhan tersebut sifatnya
individual dan kelompok dan memenuhi kebutuhan serta tuntutan sekolah. Standar
tingkah laku ini di bentuk melalui kontrak social antara sekolah atau guru dan
peserta didik.
Prosedur
dimensi penyembuhan (kuratif)
Pada dasarnya langkah-langkah
dimensi penyembuhan antara lain sebagai berikut:
1.
Mengidentifikasi
masalah
Guru, pada
langkah ini melakukan kegiatan untuk mengenal atau mengetahui masalah-masalah
manajemen kelas yang timbul dalam kelas. Berdasar masalah tersebut guru mengidentifikasi
jenis-jenis penyimpangan sekaligus mengetahui latar belakang yang membuat
peserta didik melakukan penyimpangan itu.
2.
Menganalisis
masalah
Guru, pada
langkah ini berusaha menganalisis penyimpangan peserta didik dan menyimpulkan
latar belakang dan sumber-sumber dari penyimpangan itu. Setelah diketemukan
hal-hal yang berkaitan denganpenyimpangan tersebut guru kemudian melanjutkan
usahanya yaitu menentukan alternatif-alternatif penanggulangan atau penyembuhan
penyimpangan itu.
3.
Menilai alternatif-alternatif
pemecahan
Guru, pada
langkah ini adalah menilai dan dan memilih alternative pemecahan masalah
berdasar sejumlah alternative yang telah tersusun. Menentukan alternative mana
yang tepat untuk menaggulangi penyimpangan pserta didik.
4.
Mendapatkan
balikan
Guru, pada
langkah ini yang didahului dengan langkah monitoring, melakukan kegiatan kilas
balik. Kegiatan kilas balik ini yaitu untuk menilai keampuhan pelaksanaan dari
alternative pemecahan yang dipilih untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan
yang direncanakan. Kegiatan kilias balik dapat dilaksanakan dengan mengadakan
pertemuan dengan peserta didik.
Bagus, kaya tulisnya menarik
BalasHapusBlognya dapat memberikan pengetahuan untuk pembaca
BalasHapusKenapa seorang guru harus bersikap apa adanya?
BalasHapusbagus artikelnya
BalasHapusMaterinya bagus, semoga dapat diterapkn nantinya
BalasHapusArtikelnya sangat bermanfaat
BalasHapusapa langkah yang harus dilakukan jika terjadi penyimpangan pada peserta didik?
BalasHapussangat bermanfaat kak
BalasHapusbagus sekali
BalasHapus