TUGAS
MANAJEMEN
KELAS DI SD
Tentang
SUMBER
PELANGGARAN DISIPLIN KELAS
OLEH :
TIARA WAHYUNI SAPUTRI
1620231
DOSEN PENGAMPU
: YESSI RIFMASARI M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU
SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN ADZKIA PADANG
2019/2020
A.
Sumber
Pelanggaran Disiplin Kelas
Dari
sekolah, contohnya:
1. Tipe
kepemimpinan guru atau sekolah yang otoriter yang senantiasa mendiktekan
kehendaknya tanpa memperhatikan kedaulatan siswa. Perbuatan seperti itu
mengakibatkan siswa menjadi berpura-pura patuh, apatis atau sebaliknya. Hal itu
akan menjadikan siswa agresif, yaitu ingin berontak terhadap kekangan dan
perlakuan yang tidak manusiawi yang mereka terima.
2. Guru yang
membiarkan siswa berbuat salah, lebih mementingkan mata pelajaran daripada
siswanya.
3. Lingkungan
sekolah seperti: hari-hari pertama dan hari-hari akhir sekolah (akan libur atau
sesudah libur), pergantian pelajaran, pergantian guru, jadwal yang kaku atau
jadwal aktivitas sekolah yang kurang cermat, suasana yang gaduh.
4. Sekolah/guru
kurang melibatkan dan mengikut sertakan siswa dalam keikutsertaannya dalam
bertanggung jawab terhadap kemajuan sekolah sesuai dengan kemampuannya.
5. Sekolah/guru
kurang memperhatikan latar belakang kehidupan siswa dalam keluarga ke dalam
subsistem kehidupan sekolah.
6. Sekolah
kurang mengadakan kerja sama dengan orang tua dan antara keduanya juga saling
melepaskan tanggung jawab.
Dari
keluarga, contohnya:
1.
Lingkungan rumah atau keluarga,
seperti kurang perhatian,ketidak teraturan, pertengkaran, masa bodoh, tekanan,
dan sibuk urusannya masing-masing.
2.
Lingkungan atau situasi tempat
tinggal, seperti lingkungan kriminal, lingkungan bising, dan lingkungan minuman
keras.
B. Peraturan dan Tata Tertib Kelas
Peraturan menunjuk pada patokan atau
standar yang sifatnya umum yang harus dipenuhi oleh siswa. Misal : siswa harus
mendengarkan dengan baik apa yang sedang dikatakan atau diperintahkan oleh
guru; menulis jawaban pertanyaan guru jika guru telah memerintahkannya; memberi
jawaban jika guru telah menunjuknya.
Tata tertib
menunjuk pada patokan atau standar untuk aktivitas khusus. Misal : penggunaan
pakaian seragam; mengikuti upacara bendera; peminjaman buku perpustakaan
(Suharsimi Arikunto, 1993:122-123).
Peraturan
dan tata tertib kelas untuk sekolah dasar seperti yang tercantum dalam Petunjuk
Pengelolaan Kelas di Sekolah Dasar (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen,
1996:79-81) antara lain harus memuat hal-hal berikut ini.
1.
Masuk sekolah
a.
Siswa harus datang ke sekolah
selambat-lambatnya 10 menit sebelum pelajaran dimulai.
b.
Menaruh tas dan alat tulis lainnya
di laci meja masing-masing kemudian keluar kelas
c.
Siswa yang mendapat tugas jaga/piket harus
hadir lebih awal.
d.
Siswa yang sering terlambat harus
diberi teguran.
e.
Siswa yang tidak masuk karena alasan
tertentu harus memberi tahu sebelum atau
sesudahnya secara lisan atau tulisan.
f.
Guru tidak boleh terlambat atau
absen tanpa ijin.
2.
Masuk kelas
a.
Siswa segera berbaris di depan kelas
ketika bel berbunyi.
b.
Ketua kelas menyiapkan barisan
c.
Siswa masuk kelas satu persatu
dengan tertib dan duduk di tempatnya masing-masing
d.
Guru memeriksa kerapian, kebersihan, dan
kesehatan siswa satu persatu; kebersihan kuku, kerapian rambut, kerapian dan
kebersihan baju dan sebagainya.
3.
Di dalam kelas
a.
Berdo’a bersama dipimpin oleh salah
seorang siswa.
b.
Memberi salam kepada guru dan pelajaran
dimulai.
c.
Guru menuliskan siswa yang tidak
masuk di papan absen serta alasan/keterangan mengapa tidak masuk.
d.
Pada saat pelajaran berlangsung siswa harus
tetap tertib, tidak boleh ribut, bercanda atau melakukan kegiatan lain yang
tidak ada hubungannya dengan pelajaran.
e.
Siswa tidak boleh meninggalkan kelas
tanpa ijin atau alasan tertentu.
f.
Guru juga tidak diperkenankan
meninggalkan kelas ketika pelajaran berlangsung walaupun ada siswa sedang
mengerjakan tugas di luar kelas.
4.
Waktu istirahat
a.
Pada saat bel istirahat berbunyi siswa
keluar kelas dengan tertib
b.
Guru keluar kelas setelah semua siswa keluar.
c.
Siswa tidak boleh berada di kelas
ketika istirahat.
d.
Selama istirahat siswa tidak diperkenankan
meninggalkan sekolah tanpa ijin.
e.
Pada saat bel masuk lagi berbunyi
(setelah istirahat) siswa masuk kelas dengan tertib dan duduk dengan tenang di
tempat masing-masing.
f.
Sebaiknya guru sudah berada di kelas
lebih dahulu menjelang bel masuk berbunyi.
5.
Waktu pulang
a.
Ketika bel pulang berbunyi,
pelajaran berakhir, ditutup dengan doa dan salam kepada guru.
b.
Guru memberikan nasehat-nasehat,
mengingatkan tentang tugas-tugas, pekerjaan rumah dan sebagainya.
c.
Siswa keluar kelas dengan tertib.
DAFTAR RUJUKAN
Asep
Suryana, (2005), Makalah TECHNOLOGIES FOR RESTRUCTURED
CLASSROOMS,
disampaikan dalam lokakarya .Universitas Negeri Yogya.
Asep suryana. 2006. Bahan
belajar mandiri Manajemen kelas. Universitas Pendidikan
Indonesia
M.
Entang, T raka Joni an Prayitno, (1985), Pengelolaan Kelas, Proyek
Pengembangan
Karya tulisnya menarik
BalasHapusBerikan contoh nasehat guru agar siswa mau mengerjakan tugas!
BalasHapusKarya tulisnya sangat membantu sekali👍
BalasHapusBagus, sangat bermanfaat👍
BalasHapusBagaimana menghadapi siswa yang jika ditegur malah mendongkol?
BalasHapusMaterinya bagus, semoga dapat diterapkan pda siswa nantinya
BalasHapusMateri nya sangat bermanfaat kak
BalasHapusArtikel nya sangat baik
BalasHapusArtikelnya sangat bermanfaat
BalasHapusSangat membantu, terimakasih
BalasHapusbagaimana cara guru agar murid mau memperhatikan dan mendengarkan apa yang di perintahkan?
BalasHapusbaguss
BalasHapusBagus sekali
BalasHapus